Artikel Kesehatan

post time 5. February 2009 member yandisyukri
Husada==> Amankah Kosmetik Anda? ===> Oleh: Yandi Syukri MSi Apt
12/01/2009 11:26:44 SIAPA sih orangnya yang tidak ingin cantik dan sehat? Hal itu sepertinya menjadi garansi bagi kaum Hawa untuk hidup bahagia. Karena itu pula, sebagian orang rela menghabiskan banyak waktu dan dana untuk 'mempermak' penampilannya, kendati pengertian cantik itu sendiri sangat relatif. Salah satu caranya dengan pemakaian kosmetik. Sampai saat ini kosmetik telah menjadi bagian yang penting dalam kehidupan wanita. Penggunaan kosmetik yang cocok dapat membantu menutupi kekurangan wajah dan menonjolkan kelebihan wajah, sehingga pemakainya kelihatan lebih cantik. Jalan apa saja akan ditempuh untuk membuat tampilannya dikagumi orang. Namun tanpa disadari mereka bisa terjebak menggunakan kosmetik yang mengancam kesehatan.
Bagaimana Cara memilih kosmetik yang aman?
- Telitilah kemasan kosmetik yang akan anda beli, untuk memastikan produk tersebut benar-benar aman untuk digunakan dan pastikan kosmetik tersebut terdaftar pada Dinas/Departemen Kesehatan.
- Pilih kosmetik yang sesuai dengan jenis kulit. Teliti bahan-bahan yang terkandung di dalam kosmetik yang dibeli, apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak. Khusus bagi wanita hamil juga harus teliti dalam menggunakan kosmetik. Sebab dapat mempengaruhi janin yang dikandungnya.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam berkosmetik yang aman antara lain:
- Sebelum menggunakan kosmetik, semua informasi dan aturan pada kemasan perlu dibaca dan dipahami secara benar.
- Simpanlah kosmetik dalam keadaan tertutup rapat jika tidak sedang digunakan untuk mencegah penguapan dan masuknya kotoran atau bakteri.
- Cucilah tangan terlebih dahulu saat akan membubuhkan kosmetik pada bagian kulit yang juga sudah bersih.
- Selalu bersihkan handuk pengering muka dan kebersihan kotak kosmetik (puff bedak). Bantalan puff bedak jangan dipakai jika kulit sedang meradang karena infeksi, bakteri mudah menyebar.
- Hindari paparan sinar matahari langsung untuk mencegah rusaknya pengawet dalam sediaan kosmetik.
- Jangan menambahkan bahan-bahan lain pada sediaan kosmetik jika tidak ada petunjuknya (misalnya menambah air pada bedak).
- Jangan menggunakan kosmetik yang telah mengalami perubahan warna atau bau karena kemungkinan pengawet sediaan kosmetik tersebut sudah tidak berfungsi membunuh bakteri.
- Jika pernah alergi terhadap suatu zat dalam kosmetik tertentu, coba bubuhkan dahulu sedikit di kulit tangan. Jika selama 24 jam terjadi reaksi alergi, jangan gunakan produk kosmetik tersebut.
- Biarkan kulit istirahat tanpa kosmetik saat berada dalam rumah.
Di dalam kosmesik juga ada sejumlah kandungan yang perlu diperhatikan dan diwaspadai, antara lain:
- Merkuri (Hg) atau air raksa termasuk logam berat berbahaya, yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun. Pemakaian merkuri dalam krim pemutih dapat menimbulkan berbagai hal, mulai dari perubahan warna kulit yang pada akhirnya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, dan iritasi kulit. Pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin. Bahkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi juga dapat menyebabkan muntah-muntah, diare dan kerusakan paru-paru serta merupakan zat karsinogenik (penyebab kanker) pada manusia.
- Hidroquinon termasuk golongan obat keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Bahaya pemakaian obat keras ini tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar. Juga dapat menyebabkan kelainan pada ginjal (nephropathy), kanker darah (leukimia) dan kanker sel hati (hepatocelluler adenoma).
- Bahan pewarna Merah K.10 (Rodhamin B) dan Merah K.3 (CI Pigment red 53: D&C Red No. 8:15585) merupakan zat warna sintetis yang pada umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta. Zat warna ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan merupakan zat karsinogenik (penyebab kanker) serta rodhamin dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada hati.
- Tretinion/Retinoic Acid/Asam Retinoat termasuk golongan obat keras hingga penggunannya harus dengan resep dokter. Bahaya penggunaan bahan ini dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, teratogenetik (cacat pada janin).
Zat-zat yang terkandung dalam produk kosmetik tersebut tidak semestinya digunakan oleh manusia karena sangat membahayakan. Zat-zat tersebut banyak ditemukan dalam campuran pembuatan produk pemutih, lipstik, dan blush on. Karena itu, hati-hati dalam memilih kosmetik.q-c
*) Staf Pengajar Farmasi Universitas Islam Indonesia
Dimuat pada Harian Kedaulatan Rakyat

 

Category Uncategorized | 346 Kommentare »

Pidato Lustrum II Farmasi

post time 20. December 2008 member yandisyukri

Menyiapkan Daya Saing , Kompetensi

dan Mutu Lulusan Farmasi UII

Bismillahirrahmanirrahim

Yang Terhormat

1. Bapak Rektor Universitas Islam Indonesia

2. Pengurus Harian Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia

3. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

4. Kepala Balai Besar POM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

5. Ketua ISFI Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

6. Para Dekan Fakultas Farmasi se-DIY dan Jateng

7. Para Tamu dan Undangan dari Industri Farmasi, Rumah Sakit dan Apotek

8. Para Dekan di lingkungan Universitas Islam Indonesia

9. Para Ketua Jurusan, Ketua Profesi dan Ketua Program di FMIPA UII

10. Para Tenaga Edukatif, Administratif dan Laboran di lingkungan FMIPA UII

11. Pengurus Alumni Farmasi UII

12. Pengurus Lembaga Kemahasiswaan di FMIPA UII

13. Hadirin sekalian yang dimuliakan Allah SWT.

 

Pengantar

 

Assalamualaikum Wr. Wb

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Tiada kata dan untaian kalimat yang bisa ucapkan untuk melukiskan suasana bathin kita di hari ini dalam rangka Peringatan Lustrum II Farmasi, maka tak ada kata lain selain ungkapan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas Ridha dan Inayah-Nya kita hadir di ruangan yang berbahagia ini. Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah berhasil dalam revolusi Islamnya dan hasilnya bisa kita rasakan pada saat ini.

Pada hari ini kita memperingati 10 tahun perjalanan Farmasi Universitas Islam Indonesia. Dalam usia yang relatif muda ini telah banyak jalan yang berliku, suasana dimasa sulit diawal berdirinya Prodi yang kita cintai ini. Kalau kita lihat kebelakang tepat 5 tahun yang lalu yaitu pada tahun 2003 kita juga telah memperingati 5 tahun (Lustrum I) dan disaat itu telah ada titik cerah dan prospek dalam pengembangan Prodi Farmasi maka pada hari ini kita tampil lagi pada usia 10 tahun tentunya dengan banyaknya perubahan dan perkembangan yang dialami oleh Prodi Farmasi UII.

Kalau kita lihat perjalanan dan dari historinya, Prodi Farmasi UII berdiri pada tahun 1998 dengan 4 kali pergantian kepemimpinan. Masing-masing periodisasi tersebut memiliki trend pengembangan disesuaikan dengan kondisi yang ada pada saat itu. Periode I (1998 – 1999) dipimpin oleh Dra. Suparmi, M.Si, Apt yang merangkap jabatan sebagai Pembantu Dekan di FMIPA. Periode inilah yang merupakan titik awal dari masa sulit untuk mengembangkan Prodi Farmasi. Ditengah keterbatasan fasilitas dan staf pengajar tetapi peminat yang mulai meningkat. Pada saat ini kurikulum dan staf pengajar banyak dibantu dari Fakultas Farmasi UGM.

Periode II (1999 – 2002) dipimpin oleh Endang Darmawan, M.Si, Apt. Juga dikategorikan pada masa sulit dan dari periode ini sudah mulai difikirkan mau dibawa kemana Prodi Farmasi UII. Keterbatasan fasilitas dan tenaga edukatif juga merupakan permasalahan tersendiri pada periode ini. Kurikulum tetap masih mengacu pada Fakultas Farmasi UGM.

Periode III (2002 – 2006) dipimpin oleh Farida Hayati, M.Si, Apt. Pada periode ini sudah mulai dirumuskan arah dan strategi pengembangan Prodi Farmasi dengan telah disepakatinya competitive advantages yaitu keunggulan di bidang farmasi klinik dan komunitas yang merupakan core competency dari seorang apoteker. Kemajuan yang dialami pada periode ini diantaranya evaluasi dan perombakan kurikulum pada tahun 2003, penataan adminstratif, pengembangan laboratorium dan lain sebagainya.

Periode IV (2006 – 2010) dipimpin Yandi Syukri, M.Si, Apt merupakan periode untuk pemantapan competitive advantages yang diawali dengan perubahan kurikulum tahun 2007. Telah ada titik cerah dalam upaya pengembangan Prodi kedepan.

Strategi pengembangan yang kita lakukan tentunya berasal dari evaluasi diri yang dilakukan termasuk juga dipengaruhi oleh trend dan perkembangan kefarmasian yang terjadi secara global dan kondisi kefarmasian yang terjadi di Indonesia.

Hadirin yang terhormat,

Menurut WHO (2006) Apoteker (farmasis) merupakan seseorang yang memiliki kemahiran secara profesional dalam bidang farmasi, dimana ilmu kefarmasian merupakan bagian dari sains kesehatan yang berhubungan dengan pembuatan, penyerahan obat pada pasien serta penggunan obat. Peran dari apoteker berkembang secara perlahan dari memproduksi obat menjadi provider of patient-centered pharmaceutical care. Perkembangan ini seiring dengan perkembangan zaman yang pada awalnya cuma menyiapkan dan menyerahkan obat dan saat ini peran itu berkembang menjadi memberikan informasi kepada pasien dan tenaga kesehatan lainnya serta mencegah terjadinya permasalahan yang diakibatkan oleh obat yang diberikan (perubahan paradigma dari drug oriented menjadi drug oriented dan patient oriented).

Diwarnai oleh perubahan paradigma pelayanan kefarmasian dari dispensing ke farmasi klinik dan kini pharmaceutical care, dengan demikian tuntutan pelayanan kefarmasian terkini berada dalam 3 matra profesi yaitu : Farmasi Klinik merupakan layanan jasa profesi berorientasi (berpihak) kepada kepentingan keselamatan pasien, Farmasi Industri merupakan layanan jasa profesi berorientasi kepada penyediaan produk farmasi yang memenuhi standar : Safety – Efficacy – Quality dan Farmasi Sosial yang menjamin perlindungan masyarakat dari penggunaan salah dan penyalahgunaan obat, kosmetik, makanan, dan produk lainnya. Dengan demikian dapat diprediksi bahwa perkembangan kefarmasian kedepan menjadi lebih terintegrasi dalam pelayanan kesehatan. Perubahan-perubahan ini telah terjadi di beberapa negara maju seperti Australia, Inggris dan Amerika Serikat.

Seiring dengan terjadinya perubahan paradigma diatas tentunya juga harus diiringi oleh dunia pendidikan. Di beberapa negara maju dan juga diikuti oleh Thailand Pendidikan Tinggi Farmasi telah dibagi menjadi 2 kompetensi utama yaitu Farmasi Sains serta Farmasi Klinik dan Komunitas. Peminat bidang Farmasi Sain dapat menyelesaikan studi selama 4 tahun dan tidak bisa melanjutkan ke Profesi (Farmasis). Sedangkan peminat bidang Farmasi Komunitas setelah menyelasaikan studi sarjana 4 tahun, berikut melanjutkan ke tingkat Profesi selama 2 tahun dengan gelar PharmD (Dokter Farmasi).

Bagaimana dengan sistem pendidikan farmasi di Indonesia?

Sejak awal Kemerdekaan sampai dengan tahun 2004 (hampir 60 tahun) Pendidikan Tinggi Farmasi di Indonesia pada dasarnya merupakan Pendidikan Tinggi yang menghasilkan lulusan dengan kompetensi ganda, yaitu kompetensi Produksi Obat (Farmasi Sain) dan Pelayanan Obat (Farmasi Klinik dan Komunitas). Sekitar tahun 2000 mulai secara intensif dikaji bersama oleh konsorsium MIPA dan Kesehatan tentang orientasi pengembangan Ilmu Farmasi dan pengelompokan Ilmu Farmasi. Respon para pengelola Pendidikan Tinggi Farmasi cukup besar dengan dikembangkannya pola pendidikan berbasis tiga dasar keilmuan Farmasi Utama pada tahun 2005 yaitu:

1. Farmasi Sains dan Teknologi/ Industri

2. Farmasi Komunitas dan Klinik

3. Farmasi Bahan Alam

yang masing-masing lulusannya memiliki kompetensi sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni/diambil.

Orientasi pengembangan ilmu farmasi ini berikut disebut dengan diversifikasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia yang bertujuan untuk menperoleh sarjana farmasi dengan agilitas yang tinggi serta mengantisipasi tenaga terampil yang langka dan layak diapresiasi oleh pengguna lulusan. Diversifikasi ini diawali oleh Fakultas Farmasi UGM dan berikutknya Departemen Farmasi FMIPA ITB yang membuka 2 Prodi yaitu Prodi Farmasi Klinik dan Prodi Farmasi Sain, dengan demikian Departemen Farmasi ITB berubah menjadi Sekolah Farmasi (School of Pharmacy) yang setara dengan Fakultas. Berikut perubahan yang drastis untuk mengantisipasi perkembangan zaman yang terjadi pada 2 tahun terakhir juga terjadi pada Farmasi Unversitas Hassanudin, Farmasi Universitas Padjajaran, Farmasi Universitas Sumatera Utara dan terakhir Farmasi Universitas Andalas yang dulunya adalah Jurusan Farmasi sekarang menjadi Fakultas Farmasi.

Hadirin yang terhormat,

Bagaimana dengan Farmasi Universitas Islam Indonesia ?

Sebenarnya kita pernah mengajukan peningkatan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas atau School, namun belum disetujui oleh Universitas mengingat adanya pertimbangan-pertimbangan yang bijak yang disesuaikan dengan kondisi, kultur dan kearifan lokal yang dimiliki oleh UII. Untuk menjadikan Farmasi UII maju dan berkembang tentunya tidak hanya bisa kita andalkan dengan peningkatan status ini. Dimanapun Prodi Farmasi diposisikan yang penting adalah komitmen dari pimpinan yang selalu dan tetap mengakomodir keinginan dan kepentingan pengembangan Prodi Farmasi.

Animo Mahasiswa

Hadirin yang terhormat,

Berikut adalah tabel animo mahasiswa untuk Prodi Farmasi dan Program Profesi Apoteker

Tabel 1. Animo Mahasiswa Prodi Farmasi (S1) dari tahun 2003 - 2008

Tahun Akademik

Pendaftar

Registrasi

Jumlah

%

2003/2004

1510

159

10,53

2004/2005

1068

173

16,20

2005/2006

874

159

18,19

2006/2007

1074

217

20,20

2007/2008

905

148

16,36

2008/2009

1276

215

16,85

Dari tabel diatas terlihat pada ada trend penurunan dari jumlah pendaftar serta meningkatnya rasio yang diterima. Namun untuk tahun 2007/2008 dan 2008/2009 ada perbaikan yang sangat signifikan dari rasio pendaftar dan yang diterima. Rata-rata rasio pendaftar dan yang diterima dari tabel diatas adalah 16,39 %. Dengan demikian dapat kita lihat bahwa untuk prodi farmasi seleksi yag dilakukan masih ketat untuk calon mahasiswa baru, sehingga kita dapat memilih calon mahasiswa dengan raw material yang baik.

Tabel 2. Animo Mahasiswa untuk Program Profesi Apoteker

Tahun Akademik

Pendaftar

Registrasi

Jumlah

%

2003/2004

66

57

86,36

 

66

63

95,45

2004/2005

145

112

77,24

 

142

111

78,16

2005/2006

116

96

82,75

 

125

101

80,80

2006/2007

148

108

72,97

 

194

110

56,70

2007/2008

215

119

55,34

 

179

107

59,77

2008/2009

178

117

65,73

Suatu hal yang menarik berkaitan dengan animo mahasiswa untuk Program Profesi Apoteker, yaitu adanya peningkatan animo mahasiswa dari luar UII untuk melanjutkan Studi Profesi Apoteker di UII. Dari tabel terlihat bahwa rasio pendaftar yang diterima pada tahun terakhir ini adalah sekitar 50 %, berarti kita menolak hampir dari separoh pendaftar yang ingin melanjutkan studi di Profesi Apoteker UII. Untuk alumni UII semuanya dapat ditampung menjadi mahasiswa Profesi Apoteker sedangkan alumni dari luar UII memang dilakukan seleksi yang ketat mengingat keterbatasan kuota yang dimiliki.

Sumber Daya Manusia

Hadirin yang saya hormati,

Pada saat ini Prodi Farmasi memiliki 21 staf akademik, 52,4% S2 dan 47,6 % Profesi dan untuk S3 belum ada. Berbagai upaya telah dilakukan untuk peningkatan kualitas staf akedemik diataranya Studi Lanjut dan berpartisipasi sebagai pemakalah pada Seminar Nasional dan Internasional. Saat ini ada 4 staf akademik melanjutkan studi S3 dan 6 staf akademik sedang studi S2 baik di dalam dan di luar negeri. Kalau dilihat dari jabatan akademik 33,33 % Non Jabatan Akademik, 38,10 % Asisten Ahli, 9,52 % Lektor, 14,29 % Lektor Kepala dan 4,76 % Guru Besar.

Pada semester ini jumlah mahasiswa aktif adalah 793 orang. Rasio antara dosen dan mahasiswa adalah 1 : 37. Memang data ini masih terlihat tinggi (standar Kopertis 1 : 25). Upaya yang dilakukan adalah saat ini sedang dilakukan proses penerimaan dosen. Mudah-mudahan dengan adanya penambahan ini akan dapat mencukupi rasio dosen dan mahasiswa yang ideal.

Kualitas Belajar dan Mengajar

Hadirin yang terhormat,

Berikut akan kami tampilkan Indikator Pencapaian Kualitas Belajar dan Mengajar dari tahuan ajaran 2006/2007 sampai 2007/2008 yang meliputi Indek Prestasi Kumulatif, rata-rata lama studi, ketepatan waktu studi dan tugas akhir.

Tabel 3. Data Indikator Kualitas Belajar dan mengajar T.A 2006/2007 dan 2007/2008 untuk Program S1

 

No.

Indikator

Persentase

2006/2007

2007/2008

1.

IPK 3,00 – 3,49

38,90

40,05

2.

IPK 3,50 – 4,00

9,61

9,48

3.

Lama studi ≤ 8 semester

59,19

53,65

4.

Lama studi 8 – 10 semester

54,93

61,67

5.

Lama studi ≥ 10 semester

18,98

11,49

6.

Lama tugas akhir ≤ 6 bulan

40,42

31,86

7.

Lama tugas akhir 6 – 12 bulan

58,96

56,95

8.

Lama tugas akhir ≥ 12 bulan

20,83

24,39

Dari data diatas terlihat bahwa IPK mahasiswa sudah baik dengan nilai ≥ 3 mendekati 50 %, persentase mahasiswa tamat tepat waktu diatas 50 % dan lama tugas akhir ≤ 6 bulan sudah lumayan banyak. Indikator-indikator pencapaian inilah yang akan dicoba diperbaiki kedepan yang diharapkan IPK ≥ 3, lama studi tepat waktu dan tugas akhir ≤ 6 bulan dapat mengalami peningkatan.

Berikut adalah data indikator kualitas belajar dan mengajar untuk Program Profesi Apoteker.

Tabel 4. Indikator kualitas belajar dan mengajar di Profesi Apoteker

No.

Indikator

Persentase

2006/2007

2007/2008

1.

IPK 3,00 – 3,49

54,33

47,09

2.

IPK 3,50 – 4,00

36,06

42,15

3.

Lama studi ≤ 2 semester

99,04

97,76

Dari data IPK terlihat bahwa lebih dari 40 % mahasiswa Program Profesi Apoteker memperoleh predikat Cum Laude. Pendidikan Profesi Apoteker berlangsung selama 2 semester. Dari data diatas terlihat bahwa mahasiswa Profesi Apoteker yang menempuh Studi ≥ semester sangat sedikit yaitu kurang dari 3 %.

Penjamin Mutu dan Audit Mutu Internal

Hadirin yang terhormat,

Audit Mutu Internal (AMI) merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) UII dalam upaya pengembangan Sistem Manajemen Mutu dan sekaligus pencapaian Sasaran Mutu UII. Ada 2 jenis AMI yang dilakukan UII, yaitu AMI Teaching Learning yang dilakukan setiap semester dan AMI Kinerja Unit yang dilakukan setiap tahun. AMI Teaching Learning lebih difokuskan pada kehadiran mengajar dosen, ketersediaan Satuan Acara Perkuliahan (SAP), ketersediaan modul/handout kuliah, nilai kinerja dosen dan pencapaian rencana mutu. Berikut adalah data hasil AMI Prodi Farmasi pada periode audit semester genap 2009/2007 dan semester ganjil 2007/2008.

Tabel 5. Hasil AMI Teaching Learning Prodi Farmasi.

No.

Pemeriksaan

Hasil

Genap 2006/2007

Ganjil 2007/2008

1.

Kehadiran Mengajar Dosen 100 %

87,2 %

97,2 %

2.

Ketersediaan SAP

100 %

98,8 %

3.

Ketersediaan Modul/Handout Kulian

80 %

96,6 %

4.

Nilai Kinerja Dosen ≥ 3

57,1 %

73,8 %

Prodi Farmasi memperoleh hasil yang menggembirakan dari hasil AMI. Pada AMI genap 2006/2007 Prodi Farmasi menempati Rangking 1 dari 22 Prodi di UII, sedangkan untuk AMI Ganjil 2007/2008 Prodi Farmasi menempati Rangking 2, namun dari perolehan nilai tetap menunjukkan adanya peningkatan kinerja pada setiap semester.

Perpustakaan

Hadirin yang berbahagia,

Layanan perpustakaan diharapkan ada peningkatan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk peningkatan layanan ini diantaranya peningkatan anggaran, perbaikan fasilitas dan penambahan jumlah koleksi buku dan jurnal. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi diharapkan juga berkontribusi untuk peningkatan layanan. Dengan adanya SIMPUS beberapa layanan sudah dapat dilakukan secara on-line. Saat ini kita telah mampu menyediakan buku-buku serta jurnal baru yang disiapkan dalam bentuk e-book yang disimpan pada komputer dan bisa sewaktu-waktu diakses atau dikopi oleh mahasiswa. Berikut adalah data koleksi perpustakaan.

6. Data koleksi perpustakaan tahun 2008.

No.

Jenis Koleksi

Jumlah Judul

Jumlah Eksemplar

1.

Buku

1.875

4.081

2.

Jurnal

249

278

3.

Laporan Kerja Praktek

544

544

4.

Majalah

42

49

5.

Skripsi

1.596

1.596

6.

Thesis

12

12

7.

Disertasi

1

1

8.

E-Book

1.000

1.000

Jumlah

5.319

7.561

 

Penelitian dan Publikasi Ilmiah

Hadirin yang terhormat,

Penelitian merupakan salah satu dari Catur Dharma dan selayaknya mendapat perhatian yang khusus. Saat ini Prodi Farmasi telah memiliki Jurnal Ilmiah Farmasi yang difungsikan untuk publikasi penelitian yang dilakukan oleh Staf Pengajar baik dari UII maupun dari eksternal. Diharapkan dalam waktu dekat Jurnal ini dapat terakreditasi. Dari data yang diproleh bahwa Staf Pengajar Prodi Farmasi termasuk kategori produktif di lingkungan UII dalam hal perolehan dana penelitian baik dari lingkungan internal maupun eksternal (Dikti dan Ristek). Demikian juga penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Tabel 7. Perolehan Dana Penelitian Staf Pengajar Prodi Farmasi dari tahun 2006 - 2008

No.

Instansi

Jenis Penelitian

Jumlah

Total Dana (Rp)

1.

DP2M UII

Individual

4

14.000.000

Fundamental

1

12.000.000

Terapan

0

 

2.

DIKTI

Dosen Muda

3

25.000.000

Hibah Bersaing

2

90.000.000

3.

Menristek

RUT

2

417.000.000

Jumlah

12

558.000.000

Dari data diatas terlihat bahwa selama 2 tahun terakhir Staf Pengajar Prodi Farmasi sangat produktif untuk berkompetisi dan memperoleh dana hibah penelitian.

Fasilitas Laboratorium

Hadirin yang terhormat,

Pengembangan laboratorium merupakan salah satu titik fokus dalam grand design pengembangan Prodi Farmasi. Laboratorium selain difungsikan untuk pelaksanaan praktikum mahasiswa juga diharapkan dapat mengembangkan suatu riset unggulan dari masing-masing laboratorium. Tersedianya anggaran yang memadai untuk pengembangan laboratorium telah menjadikan Laboratorium Farmasi perlahan tapi pasti telah memiliki peralatan-peralatan yang standar dan modern sesuai dengan perkembangan zaman. Berikut adalah data laboratorium di Prodi Farmasi berserta peralatan standar pendukungnya.

Tabel 8. Data Laboratorium Prodi Farmasi

No.

Nama Laboratorium

Keunggulan

1.

Teknologi Farmasi yang terdiri dari Lab. Teknologi Sediaan Steril, Non steril dan Quality Control

Ruangan di rancang untuk simulasi sesuai dengan Industri Farmasi. Peralatan produksi yang memadai sampai pada proses pengemasan (blistering). Peralatan untuk quality control telah standar untuk industri farmasi.

2.

Farmasetika yang terdiri dari Lab. Ilmu Resep dan Apotek Simulasi

Memiliki apotek simulasi yang dirancang sesuai dengan apotek modern yang dilengkapi dengan ruangan konsultasi.

3.

Mikrobiologi

Memiliki peralatan Elisa Reader yang salah satu penggunaanya untuk analisis reaksi enzimatis

4.

Biologi Farmasi

Dilengkapi dengan peralatan modern untuk pengembangan produk obat alami diataranya Spray Drier (untuk memperoleh serbuk dari ekstrak cair) dan TLC Scanner dilengkapi Linomat (untuk deteksi senyawa secara kualitatif dan kuantitatif)

5.

Farmakologi dan Farmakoterapi terdiri dari Lab Farmakologi, Toksikologi dan Farmakoterapi

Dilengkapi dengan peralatan standar untuk uji farmakologi dan toksikologi serta Laboratorium Farmakoterapi yang dilengkapi dengan fasilitas komputer terkoneksi dengan internet yang digunakan untuk kajian literatur untuk penyelesaian kasus.

6.

Kimia Farmasi

Dilengkapi peralatan standar untuk analisis seperti Spektro UV/Vis

Selain itu Laboratorium Instrumentasi Terpadu UII juga memiliki peralatan instrumentasi yang memadai diantaranya HPLC, AAS, FTIR dan GC juga bisa digunakan untuk mendukung praktikum dan penelitian di Prodi Farmasi.

Pusat Informasi Obat dan Pengabdian pada Masyarakat

Hadirin yang terhormat,

Untuk melatih kemahiran mahasiswa supaya mampu menyampaikan informasi obat dengan baik maka Prodi Farmasi memiliki Pusat Informasi Obat (PIO) yang telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai diantaranya 6 unit komputer yang terkoneksi dengan internet. Kegiatan yang dilakukan oleh PIO adalah memberikan informasi obat pada masyarakat yang secara intensif telah dilakukan dengan bekerjasama dengan Radio UNISI untuk siaran sekali seminggu. Siaran dan dialog interaktif ini dilakukan oleh Staf Pengajar dan mahasiswa yang telah terlatih. Selain itu juga aktifitas Pengabdian pada Masyarakat berupa Pengobatan Gratis dan Penyuluhan Kesehatan. Berikut adalah data pengabdian masyarakat Prodi Farmasi.

Tabel 9. Data Pengabdian Masyarakat dari tahun 2006 – 2007

No.

Lokasi

Jumlah Partisipasi Dosen

1.

Candi Ratu Boko

3

2.

Dusun Kasuran Margodadi Seyegan

6

3.

Dusun Barak Margowulih seyegan

6

4.

Dusun Karanglo sukoharjo Ngaglik

3

5.

Kecamatan Tawangmangu Jateng

3

Total

21

Pengembangan Kemahasiswaan

Pengambangan kemahasiswan sangat penting dilakukan dalam upaya peningkatan atmosfer akademik. Pola pengembangan yang dilakukan oleh Prodi difokuskan untuk kegiatan ilmiah mahasiswa. Dari perancanaan dan pola pembinaan yang telah dilakukan telah memberikan hasil yang memuaskan terbukti dengan tingginya minat mahasiswa untuk melakukan kegiatan penelitian yang diadakan melalui Hibah Internal dari Prodi Farmasi dan Hibah Dikti. Setiap tahun jumlah proposal yang masuk menunjukkan peningkatan. Berikut adalah data prestasi ilmiah mahasiswa dari tahun 2006 – 2008.

Tabel 10. Data Preatasi Ilmiah Mahasiswa dari tahun 2006 – 2008

No.

Jenis Prestasi

Jumlah

Tahun

1.

Juara I dan III LKTM Tingkat UII

2

2007

2.

Jurara I LKTM Tingkat Kopertis Wilayah V

1

2007

3.

Pemenang Program Kreatifitas Mahasiswa Dikti Bid. Penelitian

3

2007

4.

Juara I, II dan III LKTM Tingkat UII

3

2008

5.

Juara I KKTM Tingkat Kopertis Wilayah V

1

2008

6.

Pemenang Program Kreatifitas Mahasiswa Dikti Bid. Penelitian

3

2008

7.

Medali Perunggu PIMNAS

1

2008

8.

Juara II Lomba Inovasi Tingkat Kopertis Wilayah V

1

2008

9.

Beasiswa Unggulan Dikti

3

2008

 

Kerjasama

Dalam upaya pengembangan Prodi Farmasi dan Program Profesi Apoteker kedepan sangat diperlukan adanya kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak. Diantaranya telah dilakukan kerjasama untuk peningkatan kualitas akademik dengan Fakultas Farmasi UGM, Fakultas Kedokteran UGM untuk Program Dual Degree Profesi Apoteker dengan Magister Manajemen Kebijakan Obat. Berikut kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI), 13 Rumah Sakit, 10 Industri Farmasi dan 9 Apotek untuk pelaksanaan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) serta penelitian bagi mahasiswa dan dosen.

Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri juga telah dilakukan yaitu dengan School of Pharmaceutical Sciences University Sains Malaysia dan Faculty of Pharmacy International Islamic University Malaysia. Kerjasama ini ditujukan untuk peningkatan kualitas akademik dengan pertukaran dosen dan mahasiswa, kerjasama penelitian dan lain sebagainya yang saling menguntungkan.

Alumni

Hadirin yang terhormat,

Tracer study yang dilakukan pada alumni Program Profesi Apoteker diperoleh data bahwa rata-rata lama tunggu untuk mendapatkan pekerjaan adalah 3 bulan dengan rata-rata gaji pertama Rp. 1.384.950,- (satu juta tiga ratus delapan puluh empat ribu sembilan ratus lima puluh rupiah). Data hasil tracer study ini digunakan untuk melihat Profil Alumni Farmasi UII.

Alumni Farmasi UII telah memiliki wadah organisasi yaitu Forum Komunikasi Alumni Farmasi (FIKAF). FIKAF telah melakukan 2 kali pertemuan alumni. Diharapkan dengan adanya wadah ini lebih mendekatkan silaturahmi alumni dan kampus dan suatu saat diharapkan kontribusi yang membangun untuk pengembangan Prodi Farmasi.

Hibah Eksternal

 

Pada tahun 2008 – 2010 UII mendapatkan Hibah Kompetisi Institusi dari Dikti yang terdistribusi untuk beberapa Prodi di UII. Dari hibah ini Prodi Farmasi mendapatkan Hibah sebesar lebih kurang 1 Milyar rupiah yang digunakan untuk pengembangan dan produksi obat alami. Hibah ini digunakan untuk peningkatan proses belajar dan mengajar, bantuan alat laboratorium, buku perpustakaan dan beberapa aktifitas lainnya.

Penutup

Hadirin yang terhormat,

Sebagai penutup dari pidato laporan perkembangan Prodi Farmasi dalam rangka Lustrum II ini, maka ijinkanlah kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada :

1. Fakultas Farmasi UGM atas bantuan dan kerjasamanya yang meliputi bantuan Staff Pengajar mulai dari masa sulit diawal berdirinya Prodi Farmasi sampai saat ini.

2. Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (Pimpinan Pusat dan Daerah) atas kontribusinya dalam pengembangan Prodi Farmasi dan Program Profesi Apoteker

3. Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia atas arahan serta kontribusi dalam penyusunan kurikulum

4. Pimpinan Universitas dan Fakultas MIPA atas arahan dan kerjasama yang saling pengertian

5. Segenap dosen dan karyawan Fakultas MIPA atas dedikasi dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa

6. Segenap mahasiswa atas kerjasama, masukan dan kritikan yang membangun untuk pengembangan Prodi Farmasi

7. Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas peran sertanya memajukan Prodi Farmasi.

Teristimewa bagi Panitia Lustrum II Farmasi, kami ucapkan terima kasih tak terhingga mulai dari awal kegiatan Lustrum II ini yaitu Lomba Cerdas Cermat Kefarmasian dan Debat Bahasa Inggris Tingkat SLTA se Jawa-Bali, Seminar Nasional, Pekan Olah Raga Intelektual dan Seni sampai berakhirnya kegiatan Lustrum kita pada hari ini.

Kami selalu berharap masukan dan kritikannya yang membangun.

Semoga Allah SWT memberikan Rahmat dan Ridha-Nya diiringi dengan doa kita semuanya semoga Prodi Farmasi UII kedepan semakin maju dan berkembang.

 

Billahitaufiq Walhidayah.

 

Yogyakarta, 20 Desember 2008

Ketua Jurusan/Prodi Farmasi

 

 

 

Yandi Syukri, M.Si, Apt.

Category Uncategorized | 500 Kommentare »
   

Yandi Syukri is powered by WordPress
Theme is Coded&Designed by Wordpress Themes at ricdes